WEB CONTENT
Content merupakan
suatu istilah yang digunakan
untuk menggambarkan materi
ataupun informasi yang ingin
disampaikan kepada publik (dipublikasikan), yang bisa dipresentasikan melalui
teks, gambar, suara, animasi dan sebagainya. Content mengarah pada materi yang
dilihat oleh viewer.
·
Media
Standard Penggunaan Web Content
Arsitektur Website adalah suatu
pendekatan terhadap desain dan perencanaan situs yang, seperti arsitektur itu
sendiri, melibatkan teknis, kriteria estetis dan fungsional. Seperti dalam
arsitektur tradisional, fokusnya adalah benar pada pengguna dan
kebutuhan pengguna. Hal ini memerlukan perhatian khusus pada konten
web, rencana bisnis, kegunaan, desain interaksi, informasi dan desain
arsitektur web. Untuk optimasi mesin pencari yang efektif perlu memiliki
apresiasi tentang bagaimana sebuah situs Web terkait dengan World Wide Web.
Beberapa aplikasi
utamanya :
1. HTML, HTTP, internet, web server, browser, transaksi
a. HTML
Bahasa standar untuk membuat suatu dokumen HTML (halaman web) yang terdiri dari kode-kode singkat tertentu, dimana dengan kode-kode tersebut akan memerintahkan Web Browser bagaimana untuk menampilkan halaman Web yang terdiri dari berbagai macam format file seperti teks, grafik, animasi, link maupun audio-video. HTML (Hyper Text Markup Language) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA dan program lain yang memiliki kemampuan browser. HTML dokumen tersebut mirip dengan dokumen teks biasa, hanya dalam dokumen ini sebuah teks bisa memuat instruksi yang ditandai dengan kode atau lebih dikenal dengan TAG tertentu. Sebagai contoh jika ingin membuat teks ditampilkan menjadi tebal seperti: TAMPIL TEBAL, maka penulisannya dilakukan dengan cara: <b>TAMPIL TEBAL</b>. Tanda <b> digunakan untuk mengaktifkan instruksi cetak tebal, diikuti oleh teks yang ingin ditebalkan, dan diakhiri dengan tanda </b> untuk menonaktifkan cetak tebal tersebut.
b. HTTP
HTTP Singkatan dari Hypertext
Transfer Protocol, yang mana adalah suatu protokol yang digunakan oleh World
Wide Web. HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan bisa diformat dan
dikirimkan dari server ke client. HTTP juga mengatur aksi-aksi apa saja yang
harus dilakukan oleh web server dan juga web browser sebagai respon atas
perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini. Sebagai contoh, ketika Anda
mengetikkan suatu alamat atau URL pada internet browser Anda, maka sebenarnya
web browser akan mengirimkan perintah HTTP ke web server. Web server kemudian
akan menerima perintah ini dan melakukan aktivitas sesuai dengan perintah yang
diminta oleh web browser (misalnya akses ke database, file, e-mail dan lain
sebagainya). Hasil aktivitas tadi akan dikirimkan kembali ke web browser untuk
ditampilkan kepada pengguna.
c. Web server
Sebuah progam yang dapat menterjemahkan kode perintah dari dokumen HTML tersebut sehingga dapat kita lihat, baca dan dengar. Contoh dari Web Browser adalah Internet Explorer, Netscape Navigator, Mozilla Firefox, Opera, Safari dll.
d. Internet
Sebuah jaringan komputer yang terdiri dari berbagai macam ukuran jaringan komputer di seluruh dunia mulai dari sebuah PC, jaringan-jaringan lokal berskala kecil, jaringan-jaringan kelas menegah, hingga jaringan-jaringan utama yang menjadi tulang punggung internet seperti NSFnet, NEARnet, SURAnet, dan lain-lain.
e. Browser
Pengertian browser secara sederhana adalah sebuah perangkat lunak yang manfaatnya adalah untuk menampilkan berbagai dokumen yang tersedia pada web server, proses menampilkan berbagai dokumen ini melewati sebuah interaksi antara browser dengan web server. Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian browser, mungkin akan terjawab dengan studi kasus secara langsung tentang browser yang sudah umum kita gunakan.
Fungsi dari browser antara lain adalah untuk melakukan atau menampilkan halaman web atau interaksi dengan dokumen yang disediakan oleh server.
2. User generate content, blogs, social network, wiki
a. User generate
User generated content mengacu pada konten website, dan terkadang berupa sumber media lainnya yang dihasilkan oleh pengguna website. User generated content berbeda dengan konten yang dituliskan oleh seorang webmaster profesional pada website perusahan (misalnya), melainkan konten yang dituliskan oleh banyak pengguna website (biasanya adalah amatir) tertentu.
User generated content saat ini telah menjadi semakin populer. Salah satu website populer yang menggunakan prinsip user generated content adalah Wikipedia, di mana setiap orang (pengguna) dapat menuliskan artikel apa saja, dan pengguna lainnya dapat menambahkan atau memodifikasi setiap tulisan yang terdapat di sana. Dengan kata lain, pengguna lainnya dapat mengevaluasi konten yang telah ada, menyarankan ubahan, atau bahkan melakukan ubahan.
Serupa dengan Wikipedia, contoh situs yang menerapkan user generated content lainnya adalah layanan video sharing YouTube, yang telah memiliki jutaan pengguna saat ini. YouTube memungkinkan penggunanya untuk memposting video, dan kemudian dapat memberikan komentar atau konten lainnya pada video tersebut. Pengguna lainnya juga dapat memposting konten video lainnya.
Namun tidak selamanya user generated content dapat menguntungkan, terutama jika tidak diawasi. Sebagai contoh, jika user generated content digunakan pada situs yang dibuat untuk tujuan penelitian. Pengguna dapat secara sengaja atau tidak sengaja menuliskan konten yang tidak tepat, oleh karena itu kemampuan kontrol sangat diperlukan.
b. Blogs
Singkatan dari Web Log, Blog itu sendiri adalah sebuah situs yang asal mulaya merupakan catatan harian online yang dibuat oleh siapa pun, kapan pun, dan di manapun. Jenis Blog / penyedia Blog local maupun internasional : Blogger.com, wordpress.com, Typepad.com, livejournal.com, blogdrive.com, blogsome.com, edublogs.org, diaryland.com, xanga.com
c. Social network
Social Networking adalah Social Networking adalah sebutan lain terhadap website community. Social Networking adalah tempat untuk para netter berkolaborasi dengan netter lainnya. Social Networking adalah kegiatan menjalin hubungan dengan orang lain melalui social media sites / situs jejaring sosial yang ada di internet. Bisa diakses di mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Dan tidak jarang juga, orang-orang yang “maenan” situs semacam ini dibilang melakukan kegiatan yang ngga mutu. Padahal status update pun memiliki potensi dengan dampak yang luas.
Sayangnya, terlalu sering sebuah buku dinilai hanya dari sampulnya. Membuka lembaran pertama keinginan untuk Social Networking lahir dari kebutuhan dasar manusia. Manusia pada dasarnya emang sudah terkonfigurasi secara biologis untuk bersosialisasi. Kita semua ingin untuk bertatap muka dengan orang lain (kita bahkan memiliki kelebihan bawaan dari lahir untuk melakukan facial recognition!), berbagi satu sama lain, merasa terkoneksi, dan aspek-aspek lainnya dari kehidupan sosial.
Dulunya sangat susah bagi kita untuk bias bertemu dengan banyak orang. Palingan pakai surat atau telegram. Kemudian datanglah telepon dan kemudian handphone yang mengakibatkan dompet kurus kering. Di satu sisi, memang tagihan pulsa yang ngga karuan adalah hal yang buruk, tetapi bila dilihat di sisi yang lain, ini adalah bukti nyata kebutuhan dasar sebagai manusia untuk berhubungan dengan orang lain.
d. Wiki
Wiki adalah sebuah situs web (atau koleksi dokumen hiperteks lainnya) yang memperbolehkan penggunanya menambah atau mengubah isi situs tersebut. Istilah ini juga dapat merujuk kepada software kolaboratif yang digunakan untuk menciptakan situs web semacam itu.
3. semantic web summary
Pengertian Semantic Web (Web Semantik) atau Definisi Semantic Web adalah pengembangan dari World Wide Web di mana makna semantik dari informasi di web didefinisikan, sehingga memungkinkan mesin untuk memprosesnya. Semantic Web berasal dari World Wide Web Konsorsium dari Web sebagai media universal data, informasi, dan pertukaran pengetahuan. Semantic Web terdiri dari seperangkat prinsip-prinsip desain, kelompok kerja kolaboratif, dan berbagai teknologi. Beberapa elemen dari Semantic Web yang dinyatakan sebagai calon masa depan dan unsur-unsur lain dari Semantic Web disajikan dalam spesifikasi formal dimaksudkan untuk memberikan deskripsi formal konsep, istilah, dan hubungan dalam satu domain tertentu.
Istilah Web Semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web. Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan Web Semantik. Web Semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema), RDF, RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL.
· XML (Extensible Markup Language) adalah bahasa markup untuk keperluan umum yang disarankan oleh W3C (World Wide Web Consortium) untuk membuat dokumen markup keperluan pertukaran data antar sistem yang beraneka ragam. XML merupakan kelanjutan dari HTML (HyperText Markup Language) yang merupakan bahasa standar untuk melacak Internet.
· RDF (Resource Description Framework) adalah standar W3C untuk mendeskripsikan Web resources, seperti title, author, modification date, content, dan copyright information dari Web page.
· OWL (Web Ontology Language) adalah salah satu bentuk ontology yang memang dirancang dengan tujuan untuk digunakan oleh aplikasi yang perlu memproses isi informasi ketimbang menampilkan informasi untuk konsumsi manusia. OWL merupakan rekomendasi W3C (World Wide Web Consortium) dalam penulisan ontology untuk web untuk web semantic. OWL dituliskan dalam syntax XML (eXtended Markup Language). Selain XML dalam OWL digunakan juga bahasa XMLS (XML Schema), RDF (Resource Description Framework) dan RDFS (RDF Schema) dan OWL itu sendiri.
· Microdata adalah Spesifikasi HTML yang berbasisi WHATWG yang digunakan untuk sarang simentik pada konten di halaman web. Microdata membantu teknologi seperti mesin pencari dan web crawler lebih memahami informasi apa yang terkandung dalam halaman web, menyediakan hasil pencarian yang lebih baik. Microdata adalah upaya untuk menyediakan cara sederhana annotating elemen HTML dengan tag dapat dibaca oleh mesin daripada pendekatan serupa menggunakan RDF dan Microformats.
Web Semantik merujuk kepada kemampuan aplikasi komputer untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi dengan mesin. Web Semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database.
4. Web Security
Suatu tata cara mengamankan aplikasi web yg dikelola, biasanya yg bertanggung jawab melakukannya adalah pengelola aplikasi web tsb. Mengenai masalah yang berkaitan dengan keamanan di dalam era digital tidak lepas dari 3 prinsip utama yaitu Confidentiality, Integrity, dan Availability atau lebih dikenal dengan nama CIA. Sama halnya ketika bergelut dengan keamanan (security) sebuah website, princip CIA sudah selayaknya dijadikan pedoman yang harus dipahami apabila ingin website kita lebih aman dan sulit untuk diserang.
CONFIDENTIALITY
Confidentiality memiliki makna bahwa data-data ataupun informasi-informasi yang berada di dalam sebuah website hanya dapat di baca atau di akses oleh orang-orang yang memang memiliki kewenangan untuk mengaksesnya. Dalam era konsep Web 2.0 yang sedang berkembang beberapa tahun belakangan ini, sangat memungkinkan sebuah website untuk dapat memiliki lebih dari satu administrator. Contohnya adalah WordPress engine.
INTEGRITY
Integrity memiliki pengertian data-data yang berada didalam server atau website hanya dapat diubah ataupun di delete oleh orang yang memiliki kewenangan untuk melakukan hal itu. Sebagai contoh proses transfer dari server ke client atau sebaliknya (dapat berupa upload maupun download), ternyata mengubah file yang sedang di transfer tersebut, hal ini mengindikasikan bahwa sebuah aplikasi website yang sedang digunakan tidak aman (insecure). Sama halnya jika ada serangan sebuah virus yang dapat mengubah sebuah file, entah itu mengubah nama ataupun isinya.
AVAILABILITY
Jika confidentiality bermakna hanya
user yang memiliki kewenangan yang dapat melihat data tertentu yang tersimpan
didalam sebuah server atau website, availability memiliki makna bahwa website
harus dapat diakses jika user ingin meggunakannya. Memang terkesan
membingungkan dan tidak berbeda dengan prinsip pertama, namun kedua prinsip ini
sangat jauh berbeda dikarenakan dilihat dari dua sudut pandang yang memang
berbeda. Availability hanya menekankan kepada dapat diaksesnya sebuah website.
Mengenai siapa yang dapat mengaksesnya itu telah dicover oleh prinsip
confidentiality.
Jika sebuah website dapat diakses tanpa adanya error, itu berarti website tersebut telah memenuhi prinsip availability ini. Hal ini memiliki makna bahwa sebuah website haruslah dapat diakses apabila memang dibutuhkan, dengan kata lain versi yang lebih mudahnya adalah, website harus available 24 jam 7 minggu (24/7).
MODEL
PEMBELAJARAN GENERATIF (MPG)
1. Pengertian Pembelajaran Generatif Pembelajaran Generatif (PG)
Merupakan terjemahan dari
Generative Learning (GL). Menurut Osborno dan Wittrock dalam Katu (1995.b:1),
pembelajaran generatif merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan pada
pengintegrasian secara aktif pengetahuan baru dengan menggunakan pengetahuan
yang sudah dimiliki mahasiswa sebelumnya. Pengetahuan baru itu akan diuji
dengan cara menggunakannya dalam menjawab persoalan atau gejala yang terkait.
Jika pengetahuan baru itu berhasil menjawab permasalahan yang dihadapi, maka
pengetahuan baru itu akan disimpan dalam memori jangka panjang.
2. Landasan Teoritik dan Empirik Pembelajaran Generatif Pembelajaran
generatif memiliki landasan teoritik yang berakar pada teori-teori belajar
konstruktivis mengenai belajar dan pembelajaran. Butir-butir penting dari
pandangan belajar menurut teori konstruktivis ini menurut Nur (2000:2-15) dan
Katu (1995: 1-2), diantaranya adalah :
a. Menekankan bahwa perubahan kognitif hanya bisa terjadi jika
konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui suatu proses
ketidakseimbangan dalam upaya memahami inforamasi-informasi baru.
b. Seseorang belajar jika dia bekerja dalam zona perkembangan terdekat,
yaitu daerah perkembangan sedikit di atas tingkat perkembangannya saat ini.
Seseorang belajar konsep paling baik apabila konsep itu berada dalam zona
tersebut. Seseorang bekerja pada zona perkembangan terdekatnya jika mereka
terlibat dalam tugas yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri, tetapi dapat
menyelesaikannya jika dibantu sedikit dari teman sebaya atau orang dewasa.
c. Penekanan pada prinsip Scaffolding, yaitu pemberian dukungan tahap demi
tahap untuk belajar dan pemecahan masalah. Dukungan itu sifatnya lebih
terstruktur pada tahap awal, dan kemudian secara bertahap mengalihkan tanggung
jawab belajar tersebut kepada mahasiswa untuk bekerja atas arahan dari mereka
sendiri. Jadi, mahasiswa sebaiknya lansung saja diberikan tugas kompleks,
sulit, dan realistik kemudian dibantu menyelesaikan tugas kompleks tersebut
dengan menerapkan scaffolding.
d. Lebih menekankan pada pengajaran top-down daripada bottom-up. Top-down
berarti mahasiswa langsung mulai dari masalah-masalah kompleks, utuh, dan
autentik untuk dipecahkan. Dalam proses pemecahan masalah tersebut, mahasiswa
mempelajari keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan untuk memecahkan
masalah kompleks tadi dengan bantuan guru/dosen atau teman sebaya yang lebih
mampu.
e. Menganut asumsi sentral bahwa belajar itu ditemukan. Meskipun jika kita
menyampaikan informasi kepada mahasiswa, tetapi mereka harus melakukan operasi
mental atau kerja otak atas informasi tersebut untuk membuat informasi itu
masuk ke dalam pemahaman mereka.
f. Menganut visi mahasiswa ideal, yaitu seorang mahasiswa yang dapat
memiliki kemampuan pengaturan diri sendiri dalam belajar.
g. Menganggap bahwa jika seseorang memiliki strategi belajar yang efektif
dan motivasi, serta tekun menerapkan strategi itu sampai suatu tugas
terselesaikan demi kepuasan mereka sendiri, maka kemungkinan sekali mereka adalah
pelajar yang efektif dan memiliki motivasi abadi dalam belajar. Sejumlah
penelitian (Slavin, 1997: ) yang menunjukkan pengaruh positif
pendekatan-pendekatan konstruktivis yang melandasi pembelajaran generatif
terhadap variabel-variabel hasil belajar tradisional, diantaranya adalah :
dalam bidang matematika (Carpenter dan Fennema, 1992), bidang sains (Neale,
Smith, dan Johnson, 1992), membaca (Duffi dan Rochler, 1986), menulis (Bereiter
dan Scardamalia, 1987). Penelitian Knapp (1995) menemukan suatu hubungan
positif pendekatan-pendekatan konstruktivis dengan hasil belajar.
3. Tahapan Pembelajaran Generatif. Langkah-langkah atau tahapan
pembelajaran generatif menurut Katu (1995. b:5-6), terdiri atas 5 tahap dengan
penjelasan sebagai berikut :
a.
Tahap-1 : Pengingatan
Pada tahap awal ini, dosen
menuliskan topik dan melibatkan mahasiswa dalam diskusi yang bertujuan untuk
menggali pemahaman mereka tentang topik yang akan dibahas. Mereka diajak untuk
mengungkapkan pemahaman dan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari yang
berkaitan dengan topik tersebut. Mereka diminta mengomentari pendapat teman
sekelas dan membandingkannya dengan pendapat sendiri. Tujuan dari tahap
pengingatan ini adalah untuk menarik perhatian mahasiswa terhadap pokok yang
sedang dibahas, membuat pemahaman mereka menjadi eksplisit, dan sadar akan
variasi pendapat di antara mereka sendiri. Untuk membuat suasana menjadi
kondusif, dosen diharapkan tidak akan menilai mana pendapat yang “salah” dan
mana yang “benar”. Yang perlu dilakukan adalah membuat mereka berani
mengemukakan pendapatnya tanpa takut disalahkan. Sebaiknya pertanyaan yang
diajukan dosen adalah pertanyaan terbuka.
b. Tahap-2 : Tantangan dan Konfrontasi
Setelah dosen mengetahui
pandangan sebagian mahasiswanya, dosen mengajak mereka untuk mengemukakan
fenomena atau gejala-gejala yang diperkirakan muncul dari suatu peristiwa yang
akan didemonstrasikan kemudian. Mereka diminta mengemukakan alasan untuk
mendukung dugaan mereka. Mereka juga diajak untuk menanggapi pendapat teman
satu kelas mereka yang berbeda dari pendapat sendiri. Dosen diharapkan untuk
mencatat dan mengelompokkan dugaan dan penjelasan yang muncul di papan tulis.
Secara sadar dosen mempertentangkan pendapat-pendapat yang berbeda itu. Setelah
itu dosen melaksanakan demonstrasi dan meminta mahasiswa untuk mengamati dengan
seksama gejala yang muncul. Dosen perlu memberikan kesempatan kepada mereka
untuk mencerna apa yang mereka amati, akan merasa terganggu dan mengalami
konflik kognitif dalam pikirannya. Setelah itu barulah dosen menayakan apakah
gejala yang mereka amati itu sesuai atau tidak dengan pikiran mereka. Dengan
menggunakan cara dialog yang timbal balik dan saling melengkapi, diharapkan
mereka dapat menemukan jawaban atas gejala yang mereka amati. Dalam hal ini
dosen menyiapkan perangkat demonstrasi, tampilan gambar, atau grafik yang dapat
membantu mahasiswa menemukan alternatif jawaban atas gejala yang diamati.
c. Tahap-3 : Reorganisasi Kerangka Kerja Konsep
Pada tahap ini dosen
membantu mahasiswa dengan mengusulkan alternatif tafsiran menurut fisikawan dan
menunjukkan bahwa pandangan yang dia usulkan dapat menjelaskan secara koheren
gejala yang mereka amati. Mahasiswa diberikan beberapa persoalan sejenis dan
menyarankan mereka menjawabnya dengan pandangan alternatif yang diusulkan
dosen. Diharapkan mereka akan merasakan bahwa pandangan baru dari dosen
tersebut mudah dimengerti, masuk akal, dan berhasil dalam menjawab berbagai
persoalan. Diharapkan mahasiswa mulai mereorganisasi kerangka berpikir mereka dengan
melakukan perubahan struktur dan hubungan antar konsep-konsep. Proses
reorganisasi ini tentu membutuhkan waktu.
d. Tahap-4 : Aplikasi Konsep
Pada tahap ini, dosen
memberikan berbagai persoalan dengan konteks yang berbeda untuk diselesaikan
oleh mahasiswa dengan kerangka konsep yang telah mengalami rekonstruksi.
Maksudnya adalah memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan
pengetahuan/keterampilan baru mereka pada situasi dan kondisi yang baru.
Keberhasilan mereka menerapkan pengetahuan dalam situasi baru akan membuat para
mahasiswa makin yakin akan keunggulan kerangka kerja konseptual mereka yang
sudah direorganisasi. Pelatihan ini dimaksudkan juga untuk lebih menguatkan
hubungan antar konsep di dalam kerangka berpikir yang baru mengalami reprganisasi.
e. Tahap-5 : Menilai Kembali
Dalam suatu diskusi, dosen mengajak mahasiswanya dalam menilai kembali kerangka kerja konsep yang telah mereka dapatkan.
4. Beberapa Petunjuk Pelaksanaan Pembelajaran Generatif
Dalam melaksanakan pembeljaran generatif, menurut Sutrisno (1995:3), dosen
perlu memperhatikan beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Menyajikan demonstrasi untuk menantang intuisi mahasiswa. Setelah dosen
mengetahui intuisi yang dimiliki mahasiswa, dosen mempersiapkan demonstrasi
yang menghasilkan peristiwa yang dapat berbeda dari intuisi mahasiswa. Dengan
melihat peristiwa yang berbeda dari dugaan mereka maka di dalam pikiran mereka
timbul perasaan kacau (dissonance) yang secara psikologis membangkitkan
perasaan tidak tenteram sehingga dapat memotivasi mereka untuk mengurangi
perasaan kacau itu dengan mencari alternatif penjelasan.
b. Mengakomodasi keinginan mahasiswa dalam mencari alternatif penjelasan
dengan menyajikan berbagai kemungkinan kegiatan mahasiswa antara lain berupa
eksperimen/percobaan, kegiatan kelompok menggunakan diagram, analogi, atau
simulasi, pelatihan menggunakan tampilan jamak (multiple representation) untuk
mengaktifkan mahasiswa dalam proses belajar. Variasi kegiatan ini dapat
membantu mahasiswa memperoleh penjelasan yang cukup memuaskan.c. Untuk lebih
memperkuat pemahaman mereka maka dosen dapat memberikan soal-soal terbuka
(open-ended questions), soal-soal kaya konteks (context-rich problems) dan
pertanyaan terbalik (reverse questions) yang dapat dikerjakan secara kelompok.
Model Retoris Menurut Aristoteles
Model
komunikasi yang digunakan oleh Aristoteles pada dasarnya adalah model
komunikasi paling klasik, model ini disebut model retoris (rhetorical model).
Inti dari komunikasi ini adalah persuasi, yaitu komunikasi yang terjadi ketika
seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada khalayak dalam mengubah
sikap mereka. Ilmu retorika pada awalnya dikembangkan di Yunani berkaitan
dengan ilmu tentang seni berbicara (Techne Rhetorike).
Dalam
bukunya yang berbicara mengenai Rhetorica, Aristoteles berusaha mengkaji
mengenai ilmu komunikasi itu sendiri dan merumuskannya kedalam model komunikasi
verbal. Model komunikasi verbal dari Aristoteles ini merupakan model komunikasi
pertama dalam ilmu komunikasi. Ia juga menuliskan bahwa suatu komunikasi
akan berjalan apabila ada 3 unsur utama komunikasi yaitu pembicara (speaker),
pesan (message), dan pendengar. Aristoteles memfokuskan komunikasi pada
komunikasi retoris atau yang lebih di kenal saat ini dengan komunikasi publik (public
speaking) atau pidato, sebab pada masa itu seni berpidato terutama persuasi
merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan pada bidang hukum seperti
pengadilan, dan teori retorika berpusat pada pemikiran mengenai retorika (mempersuasif).
Perlu
diingat bahwa model komunikasi ini semakin lama semakin berkembang, tapi selau
akan ada tiga aspek yang selalu sama dari masa ke masa, yaitu : sumber pengirim
pesan, pesan yang dikirimkan, dan penerima pesan.
Web Anotation
Sebuah penjelasan web
anotasi secara online terkait dengan sumber daya web, biasanya sebuah halaman
web. Dengan sistem penjelasan Web, pengguna dapat menambah, mengubah atau
menghapus informasi dari sumber daya Web tanpa memodifikasi sumber daya itu
sendiri. Penjelasan dapat dianggap sebagai lapisan di atas sumber daya yang
ada, dan ini lapisan penjelasan biasanya dilihat oleh pengguna lain yang
berbagi sistem penjelasan yang sama. Dalam kasus tersebut, alat anotasi web
adalah jenis perangkat lunak sosial. Untuk sistem anotasi teks berbasis Web,
lihat teks penjelasan. Web penjelasan dapat digunakan untuk tujuan berikut:
1. untuk menilai sumber
daya Web, seperti dengan kegunaannya, user-keramahan, kesesuaian untuk dilihat
oleh anak di bawah umur.
2. untuk meningkatkan atau
menyesuaikan isinya dengan menambahkan / menghapus materi, sesuatu
seperti wiki.
3. sebagai alat kolaboratif,
misalnya untuk membahas isi dari suatu sumber daya tertentu.
4. sebagai media kritik seni atau
sosial, dengan memungkinkan pengguna Web untuk menafsirkan, memperkaya atau
memprotes institusi atau ide-ide yang muncul di Web.
5. untuk mengukur hubungan antara
fragmen transien informasi.
Web
dan perilaku penggunaan / interaksi manusia-komputer
A. Perilaku Navigasi
Pada suatu situs
(jual beli khususnya) penggunaan navigasi yang baik sangat penting untuk
dilakukan bagi para pembuat online. Para pembuat situs website tersebut harus
bisa membuat suatu navigasi agar pengunjung situs tersebut tidak bosan dengan
melihatnya. Ada dua tipe navigasi. Yang pertama adalah yang standar, yang
memberikan overview dan peta penjelajahan situs. Biasanya bisa ditemukan secara
konsisten baik di bagian atas, samping atau footer. Yang kedua adalah navigasi
versi advance. Jenis ini masih bertujuan memberikan alat untuk menelusuri
situs, namun dengan cara lebih spesifik. Misal lewat kategori, pengarang,
produsen, range harga, dan lain lain. Navigasi semacam ini sebenarnya mirip
dengan fitur search namun sudah diberi antar muka yang lebih intuitif.
Alih-alih model kotak isian teks kosong, calon pembeli diberi beberapa nilai
default yang bisa dipakai lewat link yang disediakan. Lebih keren lagi, calon
pembeli bisa melakukan penelusuran bertingkat, misalnya: kategori buku,
di-drilldown dengan topik “IT dan Marketing”, di-tune lagi pada level
berikutnya dengan range harga 100 ribu sampai 400 ribu, lalu difinalisasi
dengan “reviewed by NavinoT”. Calon pembeli pun akan sampai pada apa yang
benar-benar dia cari.
Permasalah
dalam kaitan dengan:
- Para pemakai interface website tidak
mengetahui daerah atau dalam hal ini lembaran-lembaran pada situs.
- Struktur lokasi tidak dapat
ditemukan.
Pemakai interface situs seharusnya
diberikan suatu pemahaman dari struktur yang menyangkut dari suatu ruang dari informasi
tersebut. Maka sebaiknya disiapkan:
- Tabel Index (Peta Lokasi)
- Index
- Navigasi
- Fasilitas Pencarian (Search)
B. Perilaku Pencarian
Fitur pencarian
internal tentunya telah di desain dengan batasan tertentu. Ketika situs Anda
tumbuh tentunya Anda akan semakin tahu pola pemakaian oleh pengguna. Termasuk
di dalamnya adalah pola pencarian dalam rangka mendapatkan pengalaman terbaik
dalam pemanfaatan situs. Dalam kasus seperti diatas kita ingin membandingkan 2
situs jual beli online dimana kita liat dari navigasi dan pencarian yang
terdapat didalam situs web tersebut.
C. Web merefleksikan perilaku sosial
Web pun dapat
merefleksikan perilaki sosial masyarakatnya, dengan adanya alat pengukur
banyaknya orang/ IP address yang mengakses web tersebut dapat menunjukkan bahwa
web tersebut menarik perhatian masyarakat dan pastinya akan mempengaruhi sikap
sosial seaeoramg contohnya seseorang yang sering mengakaksea situs belanja
online akan mempunyai gaya hidup yang boros karena tergiur oleh harga yang
lebih murah daripada conter ataupun diskon-diskon yang ada.
D. Web mempengaruhi perilaku
sosial
Web sebagai salah
satu bentuk teknologi dan informasi yang sangat populer di masyarakat menjadi
salah satu pemicu yang mempengaruhi perilaku sosial masyarakat. ada dua dampak
yang dimbulkan yaitu dampak positif dan dampak negatif, dampak postifnya adalah
:
1. Lebih cepat dan mudah dalam
meyelesaikan pekerjaan dalam hal ini berarti membantu pekerjaan manusia
2. Dapat berkomunikasi dengan baik
tidak peduli jarak dan waktu sehingga membuat manusia saling berinteraksi
dengan mudah
3. Mudah mencari informasi serta
berbelanja online pun dapat dilakukan
Dampak negatif :
1. Munculnya banyak penipu yang
memanfaatkan internet
2. Adanya plagiatisme
3. Munculnya pencurian/hack
4. munculnya banyak konten-konten
dewasa yang seharusnya tidak dilihat anak kecil dapat merusak mental
5. bahaya kesehatan akibat radiasi yang
ditimbulkan oleh komputer itu sendiri
Struktur
Web dan analisa Web
Struktur website
Yang paling penting
ketika membuat sebuah situs web adalah desain konseptual, atau lebih tepatnya
penampilan. Selain teks, situs itu sendiri juga harus memiliki grafis yang
sangat baik, grafis harus dirancang sedemikian rupa sehingga ketika seseorang
mengunjungi situs pertama melihat tata letak grafis nya. Dari latar belakang,
header, konten footer dan semua harus diperlakukan sebagai desain web grafis
adalah seni menciptakan sebuah website itu sendiri harus terlebih dahulu dari
semua terlihat sangat bagus. Dalam program Adobe CS5 Fireworks, Anda dapat
melakukan penampilan grafis seluruh website Anda. Setelah Anda mendapatkan ide
segera, dan kadang-kadang baginya untuk menjadi dan satu hari. Segala sesuatu
yang Anda bisa memikirkan, dan segera menarik lebih ditarik template Anda akan
mendapatkan yang asli.
Social Network
Jejaring sosial
adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya
adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe
relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Analisis
jaringan jejaring sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan.
Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah
hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul.
Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan
jejaring sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga
negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah,
menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam
mencapai tujuannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring
sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan
tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu.
Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan
simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya.
Blog
Blog merupakan
singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai
tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum.
Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu
baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian.
Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet
sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
Pengukuran web
Di bawah ini ada
beberapa tools yang digunakan untuk mengukur website dari segi kecepatan akses
dan performanya, serta mengukut banyaknya pengunjung suatu website, berikut ini
penjelasan mengenai beberapa tools yang digunakan untuk mengukur kecepatan
akses website.
1. Pingdom Tools
merupakan sebuah alat ukur kecepatan website dapat di akses, nilai
dari sebuah website, dan berapa ukuran dari sebuah website tersebut. Beberapa
kelebihannya di kategorikan sebagai berikut :
1.Performance Grade : melihat nilai
kecepatan performa halaman web, dari akses DNS, browser cache, combine external
css dan lain-lain.
2.Waterfall : melihat detail kecepatan
akses ketika membuka halaman web, dari gambar bahkan sampai seberapa cepat
script tersebut dapat di akses.
3.Page Analysis : melihat detail
analisa halaman web.
4.History : melihat detail akses dari
beberapa hari lalu.
Kekurangan yang
terdapat pada tools ini, sama seperti tools alat ukur akses web pada umumnya
yaitu Membutuhkan akses internet yang stabil, karena tidak mungkin kita bisa
mengukur kecepatan akses suatu website kalau akses internet kita terhadap
website tersebut tidak stabil/berjalan dengan baik.
2. GTmetrix adalah website untuk
menganalisa kecepatan web yang tersedia secara gratis, dengan menggunakan
google page speed dan Yahoo Yslow sebagai analyze engine dan untuk menampilkan
hasil serta rekomendasi yang harus dilakukan.
Dengan GTmetrix juga dapat
membandingkan beberapa URL sekaligus dan jika mendaftar sebagai anggota maka
dapat:
1.Melihat tes sebelumnya untuk
membandingkan hasilnya
2.Menjadwalkan cek website secara
otomatis
3.Menyimpan laporan
4.Memilih hasil laporan untuk ditampilkan
kepublic atau tidak
Kelebihan GTmetrix :
1.Dapat menggunakan google page speed
dan YSLOW sebagai analyze engine
2.Dapat membandingkan beberapa URL
sekaligus
3.Menjadwalkan cek website secara
otomatis
4.Dapat menyimpan laporan
5.Memilih hasil laporan untuk
ditampilkan kepublic atau tidak.
Kekurangan GTmetrix :
1.Jika menggunakan GTmetrix harus
menggunakan internet yang cepat.
3. Alexa Rank
Alexa Internet, Inc. adalah perusahaan
yang berbasis di California yang mengoperasikan situs yang menyediakan
informasi mengenai banyaknya pengunjung suatu situs dan urutannya. Alexa
Internet didirikan pada tahun 1996 oleh Brewster Kahle dan Bruce Gilliat. Cara
kerja Alexa rank Alexa memberikan peringkat ke sebuah situs berdasarkan jumlah
pengunjung unik. Semakin rendah alexarank dari situs berarti situs memiliki
sedikit pengunjung unik.Jadi jika Anda bisa mendapatkan lebih banyak traffic ke
situs Anda, Anda akan mendapatkan lebih rendah alexa rank.
Kelemahan Alexa:
1.Jika pengguna internet (pengakses
situs anda tidak menginstal Alexa Toolbar di browsernya) maka sekalipun ada
1000 pengunjung situs anda dalam sehari, Alexa akan tetap menilai situs anda
tidak ada pengunjungnya.
2.Jika dalam sehari ada yang mengakses
situs anda 20 kali dengan alamat IP(Internet protocol) yang sama, maka akan
dianggap situs anda hanya dikunjungi oleh 1 satu orang hanya dapat poin 1, akan
berbeda jika situs anda dikunjungi oleh 20 orang dengan alamat IP berbeda
(unik) maka situs anda akan memperoleh nilai 20 (nilai ini hanya
pengandaian, Alexa mempunyai formula sendiri dalam menentukan nilai sebuah web)
.
Kelebihan Alexa :
1.Alexa rank akan menampilkan tingkat
popularitas dari sebuah situs web yang dibandingkan dengan web milik
kita,termasuk jangkauan,tampilan halaman,dan masih banyak lagi.
2. Pencarian analisa akan
menampilkan kepada kita yang merupakan syarat untuk kita untuk berkompetisi
untuk mendapatkan sebuah traffic 3.Data pengunjung akan menampilkan kepada kita
apa yang menarik dari website kita yang dilihat oleh pengunjun – pengunjung
website kita 4.Data clickstream akan menampilkan kepada kita sebagai pemilik
website dimana dalam mendapatkan traffic dari program keanggotaan dan
kemitraan.
Search Engine
Mesin pencari atau
Search engine adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian
atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis,
ataupun news group dalam sebuah ataupun sejumlah komputer peladen dalam suatu
jaringan. Search engine merupakan perangkat pencari informasi dari
dokumen-dokumen yang tersedia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk
daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio
pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hits. Informasi yang menjadi
target pencarian bisa terdapat dalam berbagai macam jenis berkas seperti
halaman situs web, gambar, ataupun jenis-jenis berkas lainnya. Beberapa mesin
pencari juga diketahui melakukan pengumpulan informasi atas data yang tersimpan
dalam suatu basisdata ataupun direktori web.
Sebagian besar mesin
pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma
kepemilikan dan basisdata tertutup, di antaranya yang paling populer adalah
Google (MSN Search dan Yahoo!). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin
pencari dengan sumber terbuka (open source), contohnya adalah Htdig, Nutch,
Egothor dan OpenFTS
Web Arsip
Pengarsipan web
merupakan salah satu bagian dari Portal Web Perpustakaan Digital Nasional RI.
Pengarsipan web adalah proses mengumpulkan cuplikan-cuplikan website dan
memastikan koleksi tersebut terpelihara dalam satu situs web arsip. Pengarsipan
web dilaksanakan untuk memenuhi kepentingan peneliti, sejarawan, dan publik di
masa depan. Sehubungan dengan ukuran Web yang masif, maka digunakan program
aplikasi web crawler yang bekerja secara otomatis untuk mengembangkan koleksi
arsip situs web. Situs web yang diarsipkan utamanya yang memiliki content
ilmiah atau mengemukakan sisi intelektualitas suatu objek yang dikemukakan
melalui media situs web.
Tujuan utama dibangunnya
Perpustakaan Digital Nasional adalah mewujudkan koleksi nasional yang dapat
diakses secara cepat, akurat dan merata oleh pemustaka. Secara strategis,
tujuan pembangunan Perpustakaan Digital Nasional adalah:
1.Meningkatkan akses
ke sumberdaya informasi tersedia dan layanan perpustakaan yang diselenggarakan
oleh seluru perpustakaan yang tergabung dalam jaringan (resource sharing);
2.Mempromosikan
pemahaman dan kesadaran antarbudaya dalam lingkup nasional, menyediakan sumber
belajar, mendorong ketersediaan bahan pustaka dan informasi yang mengandung
nilai budaya setempat (local content);
3.Melestarikan sumber
informasi tentang Indonesia;
4.Mendukung
penelitian ilmiah melalui pemanfaatan akses Internet.
Crawler
Focused Web Crawler
merupakan suatu web crawler yang bertujuan secara selektif mencari
halaman-halaman web yang relevan dengan himpunan topik tertentu yang telah
didefinisikan sebelumnya sehingga crawler tidak mencari seluruh web secara
mendalam. Focused Crawler memanfaatkan aturan-aturan keputusan berdasarkan pada
analisis isi, struktur link dan teks anchor untuk menjaga agar crawler fokus
pada topik tertentu, seperti ”bersepeda” atau ”HIV”. Di sisi lain, web crawler
juga dapat difokuskan pada target format dokumen atau non-dokumen tertentu (PDF,
Doc, audio dan video).
Heuristik berdasarkan
4 hipotesis dapatb dilibatkan untuk membangun suatu focused crawler terhadap
jenis-jenis media terterntu. Keempat hipotesis tersebut adalah (H1) ekstensi
file dari bagian FILE dari suatu URI menunjukkan jenis media dari file
tersebut. (H2) komponenPATH dari suatu URI menunjukkan jenis media dari file
tersebut. (H3) file header Content-type menunjukkan jenis media dari file. (H4)
Posisi dari link did alam suatu dokumen HTML menunjukkan jenis media dari
target link.
Kinerja dan efisiensi
dari suatu focused crawler sangat ditentukan oleh strategi untuk menentukan
urutan dari pemrolehan (retrieval) halaman-halaman web. Telah ada suatu topical
crawler terintegrasi bernama AuToCrawler yang terdiri dari modul spesifikasi
ketertarikan pengguna yang menghubungkan pengguna ke search engine untuk
mengidentifikasi contoh halaman target dan kata kunci untuk menetapkan topik.
AutoCrawler mengurutkan daftar URL dengan mengkombinasikan fitur dari
pendekatan grafik conteks yang diintegrasikan denganpredictor yang mampu
mempelajari isi teks, teks anchor, token-token URL dan kata kunci). Strategi
BFS, tunnelling dan relevance feedback juga digunakan untuk mengatur fokus
penelusuran selama proses crawling.
Kemudian juga telah
ada focused crawler bernama Topic-based Intelligent Crawler (TIC) . Pada
TIC setiap halaman web baru yang didownload oleh crawler dibandingkan dengan
seed untuk mengetahui relevan tidaknya halaman baru dengan suatu topik. Satu
siklus lengkap dari proses ini terdiri dari empat tahapan penting. Pertama
dilakukan identifikasi terhadap halaman-halaman hub yang berasosiasi dengan
halaman seed. Kedua, halaman seed dan hub-hubnya dibersihkan dan kemudian
informasi teks murni di dalamnya diekstrak. Ketiga adalah mengidentifikasi
topik untuk setiap halaman dan langkah terakhir adalah menemukan hub-hub dengan
topik yang mirip dengan halaman seed tersebut.
Focused web crawler
berbasis ontology juga telah ada, sebagian besar bekerja dengan mengestimasi
isi semantik dari suatu URL berdasarkan pada suatu ontology bergantung domain,
dalam rangka mendukung metode yang digunakan untuk menentukan prioritas antrian
URL. Crawler memelihara suatu antrian URL yang telah dikunjungi pada setiap
tingkatan, dan kemudian memilih dari antrian ini, URL berikutnya untuk
dikunjungi berbasarkan pada ranking konseptual dari halaman pada level tersebut
diperoleh dari ontology domain. Crawler yang dibangun untuk suatu domain khusus
tentu tidak dapat digunakan untuk menghimpun halaman-halaman dari domain lain.